Saturday, 25 May 2013

Rumah Angker

Nama saya Suhartatik dan berasal dari Indonesia. Kisah yang ingin saya ketengahkan terjadi pada diri saya sendiri dua hari yang lalu di kampung saya, Jombang, Peterongan. Hingga ke detik ini kejadian yang saya alami itu masih bermain di benak saya.

Kejadian itu berlaku sekitar empat petang. Untuk pengetahuan semua, rumah yang saya diami adalah rumah lama diperbuat dari kayu dan jikalau masak, ibu menggunakan kayu untuk jadikan bahan bakar masak. Pada waktu itu, saya berada di hutan mencari kayu bersama teman akrab saya, Erna. Kami sering mencari kayu bersama di hutan yang letaknya sepuluh minit dari rumah saya. Hutan tersebut bernama "Hutan Kembeng Aie". Hutan ini dikatakan angker oleh penduduk di sini. Namun, itu semua tidak menjejas saya dan teman saya untuk mencari kayu. Ini sudah menjadi tugas seharian saya semenjak ayah meninggal dunia.

Semasa kami dalam perjalanan pulang ke rumah saya, di arah barat kami terlihat ada cahaya yang amat terang. Kami menghampiri cahaya tersebut dan alangkah terkejutnya kami terlihat sebuah rumah yang amat besar. Dalam pengetahuan kami, tidak ada rumah di hutan tersebut apalagi rumah sebesar gudang itu. Kami berdua menjadi penasaran dan mendekati rumah tersebut.

Apabila kami berada tidak jauh dari rumah tersebut, kami ditegur oleh seorang warga kampung yang amat kami hormati, Pak Sutaman, dia adalah ketua di kampung kami. Dia beritahu kami jangan cuba untuk mendekati atau masuk ke rumah itu. Rumah yang saya dan teman saya lihat itu sebenarnya kuburan lama kata beliau. Saya dan teman saya tidak percaya akan katanya itu lalu dia menyuruh kami lafazkan Ayat Kursi.

Setelah saya dan teman saya lafazkan Ayat Kursi, dengan sekelip mata, rumah yang besar itu berubah menjadi kuburan. Kuburan yang lama terbengkalai. Alangkah terkejut dan takutnya kami. Setelah itu saya pengsan dan dibawa ke rumah saya. Apabila saya sedar, saya sebenarnya bukan di rumah saya tapi saya berada di dalam rumah besar itu. Saya tersentak dan merasa takut yang tidak terhingga. Hingga kini saya tidak dapat keluar dari rumah itu. Saya seolah-oleh terperangkap di rumah besar yang dikatakan angker itu. Pasti semua ingin tahu bagaimana saya boleh kirim kisah ini?

Ini adalah mimpi saya dan untuk pengetahuan semua, apa yang saya mimpikan akan menjadi nyata setelah tiga puluh hari mengikut kalendar Jawa. Ini adalah kelebihan saya semenjak saya kecil. Saya boleh tahu apa yang akan berlaku di masa depan dalam mimpi saya. Ini adalah anugerah dari yang Maha Kuasa dan saya ikhlas dan redha atas kelebihan yang diberinya.

No comments:

Post a Comment