Wednesday, 31 July 2013

Ketika Mendalang, Saya Diganggu Penunggu Pohon Berbahasa Cina

Gamelan sudah tersusun wayangpun sudah dibeber dan sound system sudah terpasang. Batteray 70 amper juga sudah tersedia dua buah, satu untuk cadangan bila yang satunya ngedrop (low batt)dan keduanya sudah dicharge full (waktu itu belum ada listrik). Amplifier Seico (bukan promosi)hanya kekuatan 60 watt sudah lumayanlah saat itu. Horn speaker merk Toa (ini juga bukan promosi lho) dua buah juga sudah terpasang. Satu didalam tarub dan yang lainnya kami gantungkan diatas pohon gunanya agar bisa terdengar dari jauh.Microphone ada tiga, satu untuk dalang satu untuk sinden dan yang satunya lagi kami gantung diatas pentas tepat diatas gender , karena gender suaranya paling lemah.
Pukul 19.00 panjak sudah mulai memukul gamelan untuk menyambut tamu datang dengan gending yang ringan-ringan (jadi gending itu ada yang berat to, kayak kasus saja).Sindenpun nglengkeng suaranya dengan lagu atau gending Rujak Jeruk.Meriah.
Tepat pukul 21.00 wayang kami mulai dengan jejeran (adegan) pertama Negara Astina. Prabu Duryudana , Prabu Baladewa, Resi Kumbayana, Patih Sengkuni dan Adipati Karna.
Setelah gending suwuk (berhenti) disambut dengan suluk,dilanjutkan dialog antara Prabu Duryudana dengan Resi Kumbayana atau Pandita Drona.
Prabu Duryudana : “ Bapa Resi Kumbayana sarawuh paduka ing pasewakan agung Nagari Ngastina kula ngaturaken sembah bekti mugi konjuk “
Resi Kumbayana : tiba-tiba …..hanciang…cui…lan…seng… sksksksk… wuan..fon..niang.. guing koang..weng..wing..ngong..sulang…langkotan..kaing..kaing( begitulah kira-kira).
Semua penonton tertawa terbahak-bahak, panjak sindenpun ikut ngakak.
Lho ? ada apa, heran, sayapun diam mendengarkan siaran radio cina tersebut.
Saya hentikan dialog antara Prabu Duryudana dan Pandita Drona. Pasalnya ada orang yang menyabotase . Suasana riuh , semua penonton panjak dan sindenpun mendengarkan suara dialog dengan bahasa cina, terkadang diselingi lagu-lagu mandarin.
“ Siapa sih kok usil nyetel radio cina” celetuk saya.
“Nggak tahu, entah siapa yang nyetel radio” jawab panjak serentak.
Pertunjukan memang saya hentikan sementara sambil mencari sumber suara radio cina tersebut.
Selama saya mendalang baru ini ada kejadian aneh seperti ini.
Amplifier kami offkan ternyata suara radio hilang, dionkan lagi datang lagi. Sampai bingung kami , tidak mungkin pagelaran dilanjutkan jika gangguan itu belum teratasi.
Mungkin amplifiernya yang kemasukan setan cina. Mau diganti amplifiernya tidak ada.
Microphone kita coba buka satu-persatu mana tahu sumber masalah itu dari microphone, tetap tidak mau pergi sisetan cina itu. Selanjutnya saya buka salah satu kabel horn speaker…….lho kok hilang suara radio cina itu. Jadi yang menjadi masalah adalah horn speaker yang digantung diatas pohon kayu.
Terpaksa malam itu hanya pakai satu horn speaker saja. Paginya setelah usai pertunjukan kami turunkan speaker yang ada diatas pohon. Padahal biasanya nggak ada masalah dengan speaker itu,tetapi disini kok membuat ulah.
Berbagaimacam celetukan kami dengar, ada yang bilang “ Pohon itu memang ada penunggunya,mungkin dia merasa terganggu kebrebegen (kebisingan), jadi nesu.”Ada yang bilang lagi “Sajene enek sing kurang menawa (sesajinya ada yang kurang mungkin).”
Penasaran saya , sambil merokok saya menganalisa apa penyebabnya gangguan itu.
Horn milik kami sendiri berarti tidak ada masalah, apakah kabel ini yang menjadi masalah.
Memang lantaran letaknya tinggi diatas pohon speaker itu kabelnya jadi kurang dua meter. Terpaksa mencari sambungannya , ada dapat pinjaman kabel tuan rumah lima meter , kabel feeder antena tv hitam putih. Kabel itu terlalu panjang lalu digulung saja , tidak mungkin dipotong karena bukan punya kami. “ Apakah ini penyebabnya” pikir saya.
Setelah minta izin pemilik kabel , maka saya potong kabel itu dengan mangambil secukupnya.Dan saya balik kabel sambungan tersebut saya letakkan dibagian bawah dekat dengan amplifier.
Saya coba hidupkan amplifier…..dan………guang ..dong.. honsu…beijing…dong …feng sudah tidak datang lagi. Pertunjukan siang harinya lancar tidak ada gangguan ( karena siang hari penunggu pohon itu mungkin sedang bepergian).
ANALISA :
Mungkin kabel feeder yang digulung diletakkan diatas pohon berfungsi menjadi antena radio, sehingga bisa menangkap siaran radio cina .
Mengapa hanya radio cina, mungkin karena radio cina wattnya tinggi atau pancarannya kuat.
Mengapa sore hari ketika uyon-uyon ,wayang belum mulai, amplifier tidak menangkap siaran radio ?
Mungkin , ini mungkin lagi, mungkin pemancar mereka sedang nggak siaran atau ada gangguan.
Sekarang malah bukan hanya radionya yang mengganggu, melainkan segala macam produk sudah membanjiri pasar Indonesia.
READ MORE- Ketika Mendalang, Saya Diganggu Penunggu Pohon Berbahasa Cina

DiGanggu Penunggu Hutan Simpan

Pengorbanan sebagai guru tidak mengira waktu dan tempat yang penting niat murni mendidik anak bangsa. Walaupun terpaksa bertugas di kawasan pendalaman bagi ku itu tidak menjadi satu masalah.
            Sewaktu pertama kali aku menjejaki ke kawasan pendalaman di Malaysia Timur  perasaan ku tersentuh kerana keadaan di pendalaman ini berbeza dengan kehidupan ku di kota Kuala Lumpur. Masih ada lagi yang tidak menikmati kemudahan dan ada juga yang hidup dibelenggu kemiskinan serta merta datang keinsafan pada diri dan ini menjadi satu semangat untuk aku berjasa pada penduduk setempat.
            Kedatangan ku untuk bertugas di kawasan pendalaman itu tidak keseorangan, aku di temani Rini, rakan ku sewaktu di maktab perguruan dulu. Aku dan Rini tinggal di rumah guru yang telah disediakan Satu masalah bagi aku dan Rini adalah untuk membeli barang keperluan harian, untuk pergi ke pekan  aku dan Rini terpaksa menaiki kenderaan pacuan empat roda dan menempuh jalan yang berliku dan sempit di hutan dan masa untuk sampai ke pekan memakan masa lebih kurang dua atau tiga jam.
            Penduduk setempat di kawasan pendalaman itu selalu berpesan kepada aku dan Rini kalau ke pekan jangan pulang lewat malam. Menurut cerita, ramai orang telah menemui sesuatu yang tidak disangka.
            Rini begitu taksub dengan kata-kata penduduk setempat itu, bagi aku cerita-cerita itu hanya dongeng dan cuba untuk menakut-nakutkan orang baru seperti aku dan Rini. Aku tidak menyangkal di dalam dunia ini bukan hanya manusia saja yang wujud. Tuhan juga mencipta mahluk lain yang tidak dapat dilihat dengan mata kasar.
            Seperti biasa setiap hari minggu aku dan Rini akan ke pekan untuk membeli barang keperluan terutama bekalan makanan. Kesempatan itu juga aku dan Rini perlu berjumpa dengan rakan-rakan yang mengajar di sekolah dipekan, tujuannya untuk berbincang tentang satu pertandingan pidato yang akan diadakan kelak.
            Sudahnya aku dan Rini terpaksa pulang agak lewat. Aku melihat jam di ‘dashboard’ sudah menunjukkan pukul 12.00 malam lalu aku pun menoleh Rini disebelah yang sudah lena dibuai mimpi. Memandu pada waktu malam di jalan yang berliku itu agak menyukarkan. Sudahlah sempit, gelap pula, aku terpaksa menumpukan perhatian semasa memandu .
            Tiba-tiba Rini terjaga dari lamunan. “Zack percaya ke tentang cerita-cerita orang kampung tentang misteri kawasan pendalaman ini?” ujar Rini, aku amat terkejut dengan soalan Rini itu.
            “Antara percaya dan tidak percaya, kenapa?” aku bertanya, tetapi Rini tidak mahu mengulas lanjut hal tersebut.
“Zack, boleh berhenti sekejap, Rini nak menunaikan hajat ‘kecil’ la” pinta Rini.
“ Ala! Rini, tahan la jap, ni kan tengah hutan, lagipun awak tu kan perempuan, kang apa-apa terjadi, kan susah,” tingkahku
            Aku melajukan sedikit Pajero yang aku pandu, kasihan pula melihat Rini yang dah tak senang duduk. Aku melihat ada cahaya di hadapan, rupanya sebuah warung yang terletak berhampiran tepi jalan yang lebih kurang lima kilometer ke arah sekolah aku mengajar .
            “ Tu ada tandas kat tepi warung, Rini pergi la tumpang tandas kat situ,” aku menyarankan sambil memberhentikan Pajero.
“Eh, Betul ke kat sini ada warung,? pagi tadi lalu kat sini mana ada apa-apa,” ujar Rini. “ Rasanya tadi ada la, Zack perasaan semasa lalu kat sini ada tapak warung ni, Rini je tak perasaan, yang ramai duduk kat warung tu ape? tak kan penunggu hutan kot.
“ Zack temankan Rini boleh, takut la,” pinta Rini. Oleh kerana memikirkan keselamatan Rini, aku terpaksa menuruti pemintaannya.
Setelah meminta keizinan untuk menggunakan tandas dari tuan punya warung yang berumur dalam lingkungan 60-an, Rini pun dengan segera pergi ke tandas di tepi warung tersebut untuk menunaikan hajatnya.
Sementara itu aku pun melihat apa-apa yang boleh aku beli untuk makan sewaktu sampai dirumah nanti. Suasana yang meriah tiba-tiba jadi senyap pengunjung yang ada di warung itu tidak bercakap sepatah pun semuanya hanya memerhati gelagat aku. Aku berasa hairan dengan keadaan tersebut, seketika itu juga aku melihat kelibat Rini sedang menuju ke Pajero.
Tanpa berlengah aku pun bergegas ke Pajero. “ Cepatnya, langsung awak tak bagi tahu yang awak dah selesaikan hajat awak tu, tadi nak sangat Zack temankan dah selesai, awak terus masuk kereta tinggalkan saya,” aku memarahi Rini.
Setelah beberapa minit aku meneruskan perjalanan, aku perhatikan ada sesuatu yang tidak kena dengan Rini, Rini berdiam diri dan hanya memalingkan muka ke arah luar. Berkemungkinan dia merajuk akibat aku memarahinya sebentar tadi.
Tiba-tiba aku terhidu bau yang harum, aku tahu itu bukan bau minyak wangi yang Rini selalu pakai.
“ Zack ada bau apa-apa tak?” tanya Rina tapi suaranya agak berbeza. Perlahan-lahan Rini memalingkan mukanya ke arah aku. Aku hanya dapat melihat wajah Rini sekilas pandang kerana aku terpaksa menumpukan perhatian aku ke hadapan, tetapi aku dapat merasa kelainan pada wajahnya.
Bau yang harum tadi sudah tiada dan berganti dengan bau yang busuk dan meloyakan. Aku melihat wajah Rini… aku amat terkejut. Tanganku menggeletar, spontan aku tertekan brek. Keretetaku berpusing dan terbabas ke tepi. Ketika itu yang ada disebelahku bukan lagi Rini.
Mukanya menggerutu dan terkopak sehingga menampakkan tulang pipinya yang tersembul. Matanya merah menyala, rambutnya kusut. Ketika mahluk itu menyeringai, terselah sepasang taring tajam dan dari mulutnya mengalir lendir berwarna merah pekat dan busuk.
Sewaktu aku sedang panik, mahluk tersebut mengilai dan terbang menembusi bumbung kereta.
Setelah keadaan agak tenang aku membaca ayat-ayat suci Al-Quran sambil menghidupkan enjin kereta. Pada waktu itu aku teringat Rini. Sambil memecut ke arah warung tadi. Aku rasa aku sudah berpatah semula agak jauh. Namun tiada warung yang aku temui. Aku memandang jam, sudah pukul 1.00 malam. Aku terlihat sesusuk tubuh terhoyong-hayang keluar dari berlukar, memang Rini.
Ketika aku menghampirinya, aku melihat wajahnya pucat, tubuhnya mengigil dan pakaian yang terlalu kotor. Aku dan Rini berpatah balik ke pekan. Sewaktu di dalam kereta aku tidak mahu berkata apa-apa, aku tidak dapat bayangkan pengalaman Rini bersendirian di dalam hutan itu. Satu pengalaman yang ngeri bagi aku dan Rini. Tapi bagiku pengalaman seperti itu tidak akan melemahkan semangat aku untuk terus menjadi guru.
READ MORE- DiGanggu Penunggu Hutan Simpan

Diganggu Penunggu Rumah Banglo



Peristiwa ni terjadi pada tahun 2006 selepas beberapa bulan arwah ayah aku meninggal dunia.
pada masa tu aku rasa kehilangan dan risau dengan keadaan mak yang keseorangan di kampung,.
aku pun bertekad untuk lari dari kl dan mulakan bisnes urut di kampung,
aku menyewa sebuah rumah lot tak jauh di belakang rumah mak aku dengan penyewa sebelum tu adalah 1 keluarga hindu,
jiran sebelah plak cina dan sebelah lagi 1 keluarga hindu,
sewa rumah memang murah cuma rm250 jer sebuah rumah lot banglo yang di tinggal lebih dari 3 tahun.

masa mula2 sebelum menyewa di situ aku tengok dan lihat2 sekeliling okey aje la tapi keadaan dalam rumah mmg usang lah sebab rumah tu mmg dah lama ditinggalkan,
dalam rumah tu ada lah tinggalan penyewa lama seperti patung2 hindu dan poster2 keagamaan hindu,.

Setelah berpindah aku dan adik beradik aku pun buat lah kerja2 pembersihan yang mana patung2 hindu tu aku bagi kat jiran sebelah rumah sebab diorang pun beragama hindu dan yang mana2 poster2 keagamaan hindu tu aku bakar setelah merujuk jiran yang beragama hindu
diaorang kata boleh bakar tapi lepas bakar abu dia kasi tanam lah,.
pastu buat samak seluruh rumah sebab dikatakan penyewa sebelum ni ada bela anjing,
macam2 kerja nak buat bila pindah rumah baru ni dengan semak samun yang harus di cantas di halaman,
bawak masuk perabot2 dari kl ke rumah baru buat kerja cat mengecat dan macam macam kerja yang perlu dibuat.
tapi aku terlupa satu perkara apabila pindah rumah baru ni, aku terlupa nak buat majlis tahlil atau bacaan yassin sebab dah penat sangat kan,.

setelah penat berhempas pulas malam tu aku kepenatan jadi aku pun rasa mengantuk bila dah mengantuk aku pun rasa nak tidur jer,
aku pun tidurlah dengan nyenyak nya malam tu,
keadaan pada masa tu sunyi sepi tapi ade lah bunyi salakan anjing2 jiran2 aku,
aku dah tak hirau kan dah dengan bunyi2 macam tu sebab masa duduk di rumah lama aku di taman cahaya ampang dulu pun tiap2 malam ada bunyi salakan anjing
aku pun buat tak tau lah dengan gangguan bunyi anjing tu dan terus lena tidur dan tutup lampu segala.
malam tu aku tidur seorang diri di rumah sewa baru aku tu sebab saje je nak testing rumah baru kan,

sedang aku nyenyak tidur aku rasa badan aku di tindih sesuatu makhluk besar yang berbulu aku rasa susah nak bernafas dalam keadaan macam tu
aku terkejang aje tak boleh nak buat apa2 aku pun baca lah ayat seribu dinar empat kul dan ayatul kursi itupun hanya boleh baca dalam hati
sebab dah tak boleh nak bersuara,.
tiba tiba makhluk yang tindih aku tu pun terus beransur hilang
aku pun ubah posisi tidur aku kali ni tidur secara mengiring supaya makhluk tadi tu tak ganggu aku lagi,.
tapi belum sempat aku nak lelapkan mata secara tiba tiba,...
aku rasa belakang badan aku dibelai sesuatu dan badan aku dipeluk oleh sesuatu,
aku rasa ada makhluk lain yang tengah peluk aku, aku pejamkan mata kali ni aku boleh bersuara dan kesempatan tu aku baca ayat2 kursi dan ayat seribu dinar dan empat kul.
makhluk tu pun lesap seketika,
kali ni aku ubah posisi lagi mengiring ke sebelah lain pula, tapi sebelum aku sempat nak pejamkan mata aku lagi tiba tiba,.

makhluk tadi betul2 tunjukkan muka dia kat aku dan baring sebelah aku sambil menjelir2 lidahnya yang panjang,
kali ni aku pejam mata rapat2 tapi aku rasakan makhluk tu menjilat jilat muka dan leher aku,
kali ni aku baca lagi ayat suci yg aku tau terus makhluk tu ghaib dan tak muncul2 hingga lah ke azan subuh,
bila dah habis azan aje terus aku lari balik rumah mak aku dan sembahyang subuh kat rumah mak pas subuh baca yassin untuk bagi semangat aku tak dikacau lagi.

selepas kejadian malam tu aku dah tak berani lagi tidur sorang sorang kat rumah tu lagi,
kalau nak tidur pun aku ajak anak buah aku atau adik aku untuk teman tidur sekali..
rumah tu pun aku sewa tak lama sebab bisnes urut kat kampung kurang dapat sambutan.
orang orang kat kl je yang perlukan urut ni, aku tinggal kat rumah tu pun 3 bulan aje. sebab tak tahan anjing jiran suka ceroboh masuk rumah entah mana lubang entah dia boleh bolos,
pastu jiran yang sebelah lagi satu tu suka bawak kawan kawan dia minum air mabuk kat depan rumah dia pastu botol dibuang kat dlm longkang rumah aku,.

kejadian tu betul2 telah memberi pengajaran kepada aku jika sekiranya nak cari rumah cari lah rumah yang jiran jiran nya yang baik.
dan kena siasat dulu lah asal usul rumah tu baru boleh nak sewa.

-HM-
READ MORE- Diganggu Penunggu Rumah Banglo

hidup tanpa ketakutan menurut pandangan Fr Ron Rolheiser

By Fr Ron Rolheiser
Dalam kehidupan ini, kita mempunyai terlalu banyak ketakutan terhadap Tuhan. Ini adalah disebabkan oleh banyak faktor, mungkin disebabkan ketakutan tidak berasas kerana pengetahuan yang cetek atau disebabkan oleh peraturan-peraturan ketat sehingga menimbulkan perasaan takut yang terlampau, atau mungkin juga terlalu takut akan pembaharuan.

Pada akhirnya, semua kita bergelut untuk mempercayai bahawa Tuhan adalah Orang terakhir yang perlu ditakuti. Namun, kita semua mempunyai sebab tersendiri dan perjuangan peribadi menghadapi ketakutan terhadap Tuhan.

Sudah tentu, terdapat perasaan takut yang baik, ia bukan sahaja rasa takut kepada Tuhan yang baik tetapi juga rasa takut kepada sesiapa sahaja yang kita kasihi. Alkitab menjelaskan bahawa “takut akan Tuhan merupakan permulaan kebijaksanaan” tetapi ketakutan di dalam konteks ini bukanlah takut pada hukuman atau fanatisme.

Takut kepada Tuhan dalam erti kata yang sihat adalah berdasarkan kasih iaitu takut menjalani hidup yang bertentangan dengan semangat menghormati dan menghargai di kalangan orang tersayang. Dalam kata lain, kita takut kita melanggar batas-batas kasih yang sewajarnya.

Ketakutan seperti itu bukanlah takut kepada api neraka. Ketakutan merupakan lawan kepada iman dan timbulnya rasa takut yang tidak wajar adalah tanda ada sesuatu yang tidak kena dengan cinta kasih kita. Kita seharusnya tidak takut terhadap apa yang kita kasihi dan apa yang benar-benar mengasihi kita.

Segala elemen iman Kristian mengajak kita untuk bergerak ke arah Tuhan dengan intim, bukan takut. Malah, hampir setiap contoh di dalam Alkitab dengan nyata mengatakan Tuhan menjalani kehidupan biasa, meskipun kedatangan-Nya bermula dari pengumuman seorang Malaikat, sebuah fenomena yang luar biasa atau melalui penampilan Kristus dibangkitkan, tetapi perkataan pertama yang diucapkan, biasanya, “Jangan takut!” Ia jelas menenangkan kita, bukan memberi tekanan, kata-kata lembut dan menghiburkan ini adalah berasal daripada rasa kasih yang amat dalam.

Sambil menghayati perkara ini, saya ingin menawarkan sepuluh prinsip, semuanya berakar umbi daripada peribadi dan pewahyuan Yesus. Saya berharap, prinsip-prinsip yang saya nyatakan ini dapat membantu kita “menyucikan” imej Tuhan di dalam fikiran kita agar iman kita dapat mengusir ketakutan yang tidak wajar serta dapat menyemarakkan lagi iman kita.

Saya mulakan dengan sebuah kisah benar namun ia boleh dijadikan sebuah cerita perumpamaan untuk menyerlahkan dan mendedahkan rasa takut terhadap Tuhan yang tidak disedari. Ketakutan-ketakutan yang tidak kita sedari ini mungkin dalam bentuk takut bahawa Tuhan tidak memahami dan berbelas kasihan. Takut jika Tuhan tidak murah hati, berasa ragu jika Tuhan dapat memahami hati dan takut Tuhan tidak dapat membezakan di antara kelukaan serta kedinginan hati di antara ketidakmatangan dan dosa.

Ada juga yang berasa takut jika Tuhan hanya memberikan kita satu peluang sahaja dan takut kita tidak dapat menanggung apa-apa kesilapan atau ketidaksetiaan lagi. Takut bahawa Tuhan tidak menghormati kemanusiaan kita, bahawa Tuhan mencipta kita untuk satu tujuan sedangkan kita mahu cara lain untuk diselamatkan. Takut jika pencapaian- pencapaian kita tidak disukai oleh Tuhan dan dianggap sebagai orang zalim. Takut Tuhan tidak boleh menerima keraguan atau persoalan kita, menganggap Tuhan seperti pemimpin yang sentiasa resah. Takut jika Tuhan tidak memihak kepada kebudayaan dan intelektual dunia kita sebaliknya mahu ia diasingkan serta dilindungi seperti novis yang terlampau alim. Takut jika Tuhan kurang berminat dalam kehidupan kita, kurang prihatin akan penyelamatan dan dalam hal orangorang yang kita sayangi. Dan kita juga takut Tuhan tidak terdaya di dalam hal moral.

Berikut merupakan kisah perumpamaan. Beberapa tahun lalu, saya menghadiri majlis pengebumian seorang pemuda yang telah meninggal dunia akibat kemalangan kereta.

Pada masa kematiannya, jika dilihat pada luaran, hubungannya dengan Gereja dan beberapa prinsip moralnya juga tidak ideal: Beliau jarang menghadiri Gereja, hidup dengan teman wanitanya tanpa ikatan perkahwinan, tidak prihatin terhadap golongan miskin atau tidak bergaul dengan masyarakat, ringkasnya, beliau lebih suka hidup bersendirian.

Tetapi semua orang mengenalinya sebagai seorang yang berhati mulia dan penuh dengan sifat-sifat kebaikan. Hatinya tidak tercemar dengan sezarah niat jahatpun dan syurga akan menjadi tempat yang kurang lengkap serta kurang indahnya jika beliau tidak berada di situ.

Semasa majlis selepas upacara di Gereja, salah seorang ibu saudaranya berkata kepada saya, “Beliau seorang yang sangat baik, sekiranya saya sedang melalui pintu syurga, saya pasti akan bertemu dengan dia.” Saya bersetuju dengan wanita itu dan menambah, pasti Tuhan juga merasakan begitu kerana pemahaman dan pengampunan Tuhan mengatasi kemampuan akal fikiran kita.

Apakah sepuluh prinsip yang mengajak kita untuk mengurangi rasa takut di dalam hidup?

1. Pengetahuan dan pemahaman Tuhan mengatasi pengetahuan dan pemahaman kita sendiri.
2. Belas kasihan dan pengampunan Tuhan mengatasi rasa belas kasihan dan pengampunan kita sendiri.
3. Tuhan, menghormati alam semula jadi, sifat semula jadi manusia, cara dan kecenderungan semula jadi kita.
4. Tuhan adalah rahmat, bukan ancaman.
5. Tuhan mampu menjawab persoalan, keraguan dan kemarahan.
6. Tuhan mengetahui isi hati kita dan tahu membezakan antara kelukaan dan niat jahat.
7. Tuhan memberikan kita lebih daripada satu peluang, membuka pintu yang lain setiap kali kita menutup sebuah pintu.
8. Tuhan sentiasa mengharapkan keselamatan kita dan orang-orang yang kita sayangi lebih daripada yang kita sangkakan.
9. Tuhan adalah pencipta segala yang baik.
10. Tuhan boleh dan mampu turun ke neraka untuk membantu kita.
READ MORE- hidup tanpa ketakutan menurut pandangan Fr Ron Rolheiser

Sunday, 28 July 2013

Pengalaman Naik Bus Hantu di indonesia


MyMisteri Leony Li - Bagi pembaca yang suka bepergian dengan bus malam, ada baiknya untuk berhati-hati. Selain rawan kecelakaan, juga terkadang bisa mengalami pengalaman mengerikan, seperti kisah yang dialami teman kakakku, sebut saja namanya Rini.

Gadis cantik ini bekerja di pabrik tekstil di Surabaya, jauh dari kota asalnya di Banyuwangi. Sebulan sekali dia pulang mengunjungi keluarganya di banyuwangi. Kebiasaan Rini pulang dengan bus malam. Alasannya, tak suka berdesak-desakan di siang hari.

Seperti biasa, ia berniat pulang kampung. Malam itu ia menumpangi bus Kramatjati, sekira pukul 11 malam. Dia duduk di bangku kedua sebelah bapak-bapak. Tiba-tiba angin berdesir. Bulu kuduknya berdiri. Perasaan Rini mulai tak enak. Dia melihat ke sekeliling.

Wajah penumpang lainnya pucat pasi, bagai mayat. Anehnya, semua penumpang berbaju putih. Tak lama kemudian kernet bus menghampirinya, meminta ongkos. Kernet itu hanya mencolek Rini. Lalu Rini pun memberi uang 50 ribuan, dan kernet itu memberi kembalian. "Terima kasih," ucap Rini yang dibalas dengan senyuman oleh si kernet.

Setelah berjam-jam di dalam bus, akhirnya tiba juga di terminal Banyuwangi, lalu dia turun dan duduk di sebuah kursi tunggu terminal. Dia masih heran dengan kejadian yang baru dialaminya.

Seorang petugas terminal datang menghampirinya dan bertanya, "Permisi, mbak mau kemana dan darimana?" tanya dia. "Oh saya baru aja tiba dari Surabaya," kata Rini "Emang mbak naik bus apa? Dari tadi gak ada bus yang datang," kata lelaki itu dengan heran "Kramatjati," jawab Rini singkat.

Jawaban Rini ini malah membuat pria itu tercengang. Lalu pria itu menceritakan pada Rini perihal bus Kramatjati. Ternyata, sekitar pukul 7 malam di daerah Jurang Tangis, ada bus masuk jurang dan semua penumpang serta sopir dan kernetnya tewas di tempat, yaitu bus Kramatjati.

Mendengar kisah ini, Rini kaget setengah mati. Dia ambil uang kembalian yang dia dapat dari kernet bus. Ternyata tak ada uang kembalian, yang ada hanyalah kapas dan darah. Seketika itu dia pingsan tak sadarkan diri. Dia pun jera naik bus malam lagi.

READ MORE- Pengalaman Naik Bus Hantu di indonesia

busut

Assalamualaikum...
Korang pernah dengar tak pasal busut anai-anai?Busut jantan?
Busut anai-anai selalu dikaitkan sebagai tempat tinggal jin atau syaitan.
Ikut cerita orang dulu-dulu, inilah tempat manusia/harimau kerinci bertenggek bila nak bertukar bentuk dari manusia ke harimau.Aku ada pernah terbaca pasal pantang larang menembak Ayam hutan yang bertengek atas busut.Mengikut pencerita di dalam buku bertajuk " PEMBURU", dia terpaksa menembak beberapa kali sebelum dapat menumpaskan ayam hutan tersebut.Akibatnya, kalau tak silap aku(dah lama tak baca buku tu), anak lelaki dia meninggal selepas kejadian menembak ayam hutan di atas busut.
Orang-orang tua pun selalu berpesan jangan sepak busut.
Aku pernah terbaca artikel yang orang dulu-dulu hantar 'ancak' ke busut jantan untuk diberi makan pada Lembaga Hitam...
PERSOALANNYA..Kenapa busut banyak dikaitkan dengan kisah-kisah misteri?Apa yang ada pada Busut tersebut sehinggakan Mahkluk Tuhan tersebut menjadikannya tempat persinggahan?Dan apa perbezaan diantara busut dan busut jantan?:hmm:
Kalau ada diantara forumer yang pernah terdengar cerita atau pengalaman sendiri tentang busut boleh berkongsi bersama.

READ MORE- busut

Friday, 26 July 2013

Hantu Tak Berkepala


Hantu Tak Berkepala (Kisah Seram)

Hantu Tak Berkepala (Kisah Seram) |Nama saya Dina, saya tinggal di Pandan Gardens. Kisah ini berlaku kira2 lapan tahun yang lepas. Saya ni seorang yang ceria, sekiranya kawan2 saya cerita tentang hantu atau cerita yang serius, mesti saya akan mentertawakan.

Bermulanya cerita ini dari kawan saya yang bernama Maslinda. Dia selalu ceritakan yang tempat kawasan rumahnya itu keras. Ianya terletak di kawasan Clementi. Bila saya dengar, saya mentertawakan dia. Saya kata, "Mestilah keras kerana kawasan yang kamu jalan semuanya batu..." Lalu kawan2 saya yang lain pun sekaki ketawa.


Pada malam itu saya terjaga sekitar waktu satu pagi kerana saya hendak buang air kecil. Selalunya kebiasaan saya, bila waktu malam saya hendak ke tandas, saya suka jenguk2 ke luar tingkap. Sebelum saya ke tandas, saya terlihat benda hitam di bawah blok sebelah. Benda hitam itu betul2 menghadap ke arah tingkap saya. Ia sedang duduk di bangku bulat di bawah blok .Tapi saya tak rasa takut pun kerana bawah blok itu terang. Saya pun masuk ke tandas.

Selepas keluar dari tandas, saya rasa tak puas hati. Saya pandang lagi benda hitam itu. Pandang punye pandang, rupanya benda hitam itu berpakaian Cheongsam Cina, tapi tak berkepala. Benda hitam itu duduk macam wanita tertib. Tangannya diletak di atas lutut dan tubuhnya menghadap betul2 ke arah tingkap saya berdiri. Saya baca macam2 ayat pun tak jalan2. Saya terus masuk bilik dan tidur.

Keesokan harinya saya ceritakan apa yang terjadi kepada bapa saya. Saya ceritakan yang makhluk hitam itu berpakaian seperti Cheongsam Cina. Bapa saya mentertawakan saya pula. Dia kata saya baca macam2 ayat tapi makhluk hitam itu tidak takut kerana makhluk hitam itu mungkin hantu Cina bukan hantu Melayu. Dah terkena balik!!!

Rupanya blok itu sudah empat kali orang terjun diri dan semuanya orang Cina. Bila saya dah tahu terus saya demam selama empat hari. Ia satu pengajaran untuk saya agar jangan ketawakan orang lain, kalau tak, diri sendiri yang terkena dan merana.

Terima kasih,

Dina



READ MORE- Hantu Tak Berkepala

hantu budak lidah hijau



gambar ni amik sekitar tahun 2008 masa wa skolah asrama dekat melaka.ni gambar barbeque lepas amali sembelih ayam (petang) sebelum barbeque(malam). lu perati ada lembaga belakang ustaz wa yang pakai baju celcom tu. setahu wa memang tak ada member wa muka cenggitu. dekat mulut lembaga tu ada warna hijau. nampak gaye macam budak kecik.




Rupa gambar hantu ni memang macam budak kecik. Kalau nak kata budak tu dukung belakang brader tu pun tak logik jugak. Ini memang kes hantu menumpang dalam gambar. Klik untuk dibesarkan dan terserah kepada anda untuk menilainya.

Terima Kasih kepada Afiq

http://gambarhantu.blogspot.com/2010/05/gambar-hantu-lidah-hijau.html
READ MORE- hantu budak lidah hijau