Sunday, 17 September 2017

Pengalaman Seram Mak Sari

Peristiwa ini terjadi sudah sangat lama, pada tahun 1990an. Dialami oleh mak Sari, seorang wanita berumur 50 tahunan. Mak Sari tinggal di sebuah desa terpencil di Cianjur. Desa yang masih menggunakan lampu minyak sebagai penerangan, dan di kelilingi hutan. Desa ini hanya ditinggalin beberapa ratus kepala keluarga, itu pun tersebar di seluruh desa, mengakibatkan jarak antara rumah masih sangat renggang. Tertuma rumah-rumah yang berada diujung desa, mungkin seratus meter sekali baru akan ditemukan rumah. Mak Sari mempunyai profesi penanam padi, namun saat tidak sedang musim tanam padi ia mengandalkan keahliannya yang lain untuk mencari nafkah, yaitu membantu wanita melahirkan atau biasa dibilang dukun beranak. Untuk pekerjaannya ini mak Sari tidak menerima uang sebagai bayarannya, ia biasa menerima hasil kebun atau hasil pertanian. Tapi mak Sari tetap bersemangat melaksanakan profesinya yang satu ini, maklum di desanya saat itu tidak ada tenaga medis atau bidan sama sekali. Seluruh warga desa masih mengandalkan jasa-jasa tradisional untuk hal-hal yang menyakut kesehatan seperti melahirkan atau khitanan. Mak Sari juga sudah cukup terkenal di desanya, seluruh warga sudah tidak meragukan lagi kemampuannya. Mak Sari tinggal sendiri di sebuah rumah gubuk, sebenarnya ia mempunyai seorang cucu laki-laki. Tapi ia bekerja di luar desa, dan tidak setiap hari pulang. Tapi ketika ia pulang, ia selalu membawakan bahan makanan untuk mak Sari. Mak Sari tidak pernah keberatan tinggal sendiri, selain ia memang sudah terbiasa, ia juga tidak mau menyusahkan orang lain. Apa lagi setelah kematian suaminya beberapa tahun yang lalu akibat sakit, ia adalah wanita yang cukup mandiri.

Pada suatu malam saat mak Sari sedang tidur di rumahnya, tiba-tiba saya ada seseorang mengetuk pintunya. Mak Sari langsung bangun, ia bangun dan mengambil lampu minyak, dan bergegas ke pintu. Siapa yang mengetuk pintu tengah malam begini, pikirnya. Tanpa ragu mak Sari membuka pintunya, ia memang sudah agak biasa di datangi orang malam-malam.

“Maaf mak mengganggu malam-malam, tapi saya butuh bantuan mak. Istri saya mau melahirkan.” Jawab seorang laki-laki berumur 28 tahunan ketika mak Sari membuka pintu. “oh iya, sebentar saya siap-siap dulu.” Mak Sari masuk ke rumah, mengambil beberapa kain dan peralatan yang ia perlukan. Mak Sari kembali keluar, “dimana rumahnya?” “Mari mak saya antarkan.” Pria itu mengarahkan mak Sari, diantara kegelapan hutan-hutan, cahaya dari obor yang dibawa pria itulah satu-satunya penerangan. Pria itu terus menuntun mak Sari melewati desanya, semua rumah tertutup dan jalan pun sepi. Maklum sudah tengah malam, pasti seluruh warga desa sudah tidur. Memang kadang profesi mak Sari sebagai dukun beranak mengharuskan dia siaga saat tengah malam. Setelah cukup lama berjalan, akhirnya mereka sampai. Ternyata rumah pria itu berada di perbatasan desa, dengan tanah yang agak menurun ke bawah. Jarak antara rumah itu dengan rumah warga yang lain pun agak jauh, setelah susah payah melewati jalan yang menurun. Mak Sari sampai di sebuah rumah berbilik ayaman bambu, dan atap dari pohon kelapa. Sebuah lampu minyak menempel di dinding depan, setelah meletakan obor di depan rumah, mereka pun masuk. “Cepat mak, kasihan istri saya sudah kesakitan.” Mak Sari segera masuk ke kamar, ternyata di dalam kamar sudah terbaring seorang wanita yang agak lebih muda dari pada pria itu. wanita itu sudah dalam posisi melahirkan, dan ia berteriak-teriak kesakitan. Mak Sari dengan sigap membantunya, dengan lebut mak Sari memijat perut wanita itu agar si janin dapat turun. Tetapi ternyata janin itu belum juga turun, kepalanya pun tidak tampak. Mak Sari agak kewalahan, ia terus memijat-mijat. Tapi tidak juga terlihat. Sedangkan wanita itu sudah teriak kesakitan, mak Sari semakin panik. Akhirnya ia menarik napas panjang, “bismilah hirohman hirohim.” Tiba-tiba wanita itu teriak keras sekali, disusul si pria. Mak Sari kaget, tapi ia tidak menggubrisnya. Ia menekan perut si wanita dengan sekuat tenaga, akhirnya bayi itu mulai terlihat. Mak Sari menuntaskan tugasnya. Akhirnya bayi itu lahir. Setelah membungkus dengan kain yang ia bawa, mak Sari memberikan bayi itu kepada ibunya. Ia kemudian membungkus ari-ari bayi itu untuk segera dikuburkan, tapi kemudian pria itu datang menghampirinya. “sudah biarkan mak, nanti saya yang urus.” Mak Sari bingung, karena biasanya itu adalah tugasnya, tapi ia menurut saja. Ketika ia kembali ke kamar, ternyata wanita itu sudah duduk di bibir kasur dan menggendong anaknya. Keheranan mak Sari kembali muncul, mana mungkin. Ia baru saja melahirkan. Beberapa menit kemudian mak Sari minta diantarkan pulang, pria itu pun menyetujuinya. Mak Sari diantarkan pulang, selama perjalanan pulang pira itu tidak memberikan apa-apa kepada mak Sari. Tapi mak Sari tidak keberatan, mungkin memang pria itu tidak punya apa-apa untuk diberikan. Mak Sari ikhlas membantu, jadi tidak masalah. Mak Sari kembali sampai ke rumahnya, laki-laki itu mengucapkan terima kasih lalu pergi. Ia pergi cepat sekali, sekelebat di malam yang gelap. Mak Sari masuk ke dalam rumahnya, ia membersihkan diri dan tidur.

Keesokan harinya cucu mak Sari kebetulan pulang, mak Sari membuat sebuah obat untuk wanita yang baru saja melahirkan. Ia membuatnya dari bahan-bahan yang berasal dari tanaman yang ia cari sendiri, ia bermaksud mengantarkannya kepada wanita yang semalam ia bantu. Setelah selesai, mak Sari meminta cucunya mengantarkan. Cucunya bersedia, mereka pun berangkat. Mak Sari masih sangat ingat jalan-jalan yang ia lalui semalam, dan mereka akhirnya sampai di turunan itu. berarti sudah sangat dekat, mereka melawati jalan yang menurun itu. tapi ketika sampai, mak Sari kaget. Mereka berdiri di tanah kosong yang berisi pepohonan lebat, tidak ada rumah. Hanya hutan dengan pohon-pohon besar di dalamnya, cucu mak Sari keheranan. “mak yakin ini rumahnya?” tanya cucunya. “iya, semalam itu disini rumahnya.” Mak Sari melihat sekitar, ia keheranan. “tapi ini sudah batas desa mak, tidak ada rumah disini.” firasat mak Sari mengatakan ada yang sesuatu yang tidak benar, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang karena memang cucunya tidak bisa berlama-lama, ia harus segera kembali ke tempatnya bekerja. Selama perjalanan pulang, mak Sari masih saja keheranan. Sampai malam harinya.

Seperti biasa setelah melaksanankan sholat isya mak Sari meluangkan sedikit waktunya untuk mengaji, setelah itu baru tidur. Ketika mak Sari baru saja selesai mengaji, tiba-tiba pintu rumahnya kembali ada yang mengetuk. Ia segera berdiri dan berjalan menuju pintu rumah, masih mengenakan mukenanya. Ketika mak Sari membuka pintu, Mak Sari merasa kaget. Ia melihat dua mahluk besar hitam berbulu berdiri di depan teras rumahnya, mak Sari dapat melihat mahluk itu dengan jelas di bawah sinar lampu minyak. Mahluk itu memiliki rupa setangah binatang setengah manusia, dengan jari-jari yang sangat besar. Mata kedua mahluk itu merah menyala, keduanya terus memperhatikan mak Sari.

“Astaghfirulah.” Ujar mak Sari refleks, saat mendengar kalimat itu kedua mahluk hitam itu menggeram. Mak Sari memegang pintu rumahnya kencang, jantungnya berdetak cepat sekali, dan tubuhnya kaku. Tapi di dalam hatinya mak Sari merasa ia tidak perlu takut, jadi ia tetap berusaha tenang. “mau apa kalian datang, jangan ganggu saya” ucap mak Sari lantang. Mahluk itu masih diam saja. “mak tidak pernah mengganggu kalian, kalian punya alam kalian sendiri. Jadi pergi.” Mahluk itu masih diam saja. Akhirnya mak Sari kesal, ia mengambil sebuah gelas besi dan melemparnya ke arah mahluk itu. di dalam hatinya mak Sari terus berdzikir agar dirinya dikuatkan. Tapi seketika itu mahluk itu hilang saat gelas besi itu akan mengenai tubuh mereka, setelah itu mah Sari masuk ke dalam. Ia meneruskan membaca Al Quran hingga ia ketiduran, ia terbangun saat waktu sholat subuh. Mak Sari melanjutkan menunaikan sholat subuh, ketika matahari mulai naik ia baru berani keluar rumah. Saat ia keluar rumah, ia kaget dengan apa yang ia temukan. Mak Sari menemukan banyak sekali buah-buahan hasil kebun, singkong, ubi, dan beberapa sayuran. Semua tertumpuk di depan rumahnya, awalnya ia ragu-ragu. Namun saat ia sudah memastikan bahwa itu memang benar adanya, ia membawanya masuk ke dalam rumah. Mak Sari sempat bingung, tapi kemudian ia mengerti. Ternyata pria dan wanita yang ia bantu saat itu bukanlah manusia, mungkin sebangsa jin. Itulah mengapa saat ia mengucapkan “bismilah” mereka teriak, dan si wanita itu sudah dapat duduk setelah melahirkan. Mungkin ini adalah tanda ucapan terima kasih dari mereka, mak Sari kemudian mengkonsumsi bahan makanan itu. tetapi sebelumnya ia tentu berdoa semoga tidak ada hal negatif di dalamnya, dan ternyata memang tidak ada apa-apa. Itu hanya bahan makanan biasa, tidak kurang tidak lebih. Pengalaman itu tidak pernah bisa di lupakan oleh mak Sari, pengalaman yang sama sekali tidak masuk di akal. Tapi ternyata terjadi padanya, mungkin memang ada kehidupan lain selain kehidupan manusia di dunia ini. manusia hidup berdampingan dengan mahluk lain, tapi itu tidak masalah selama memang tidak saling mengganggu. Seluruh mahluk punya dunia masing-masing, dan mak Sari tidak akan melupakannya.
READ MORE- Pengalaman Seram Mak Sari

Thursday, 31 August 2017

Aircraft Ghost


Mintak maaf in advance kalau bahasa pasar sangat atau ayat berbelit ke apa. Aku tulis cerita ni dekat airport. Terfikir nak share sebab baru je lepas sembang dengan crew lain pasal hantu. Sebelum tu, aku kenalkan diri dulu. Nama aku N, pramugari di sebuah airline yang bukan di Malaysia. Pernah naik kapal terbang? Jangan tak tahu, kadang-kadang kapal terbang ni ada tersimpan seribu cerita. Lagi-lagi kalau aircraft tu dah lama. Dah berbelas tahun. Dah macam-macam kes terjadi. Contoh; kes kematian on board (sebab sakit jantung, etc.).
Dipendekkan cerita, flight aku pada hari itu hanyalah flight deadheading. No passenger. Flight yang hanya crew sahaja yang ada dalam aircraft. So, crew boleh berehat atau tidur dekat mana-mana seat. Waktu tu flight malam. Cabin memang gelap gelita. Ada lampu dekat aisle. Macam biasa, aku akan tidur dekat zone belakang, which is dekat ekor kapal. Sebab kalau tidur depan, terganggu sikit. Kadang-kadang crew lain tak tidur. Diorang akan sembang-sembang. Ada 2 lavatories (tandas) dekat zone belakang. Masa aku kemaskan seat yang nak digunakan untuk tidur, tiba-tiba lavatory call bell berbunyi. Selalunya call bell berbunyi dan berlampu kalau passenger tekan button yang ada dalam lavatory tu (sekiranya ada emergency). Kadang-kadang, ada juga passenger tertekan tanpa sengaja. Biasalah, tandas dalam kapal kan kecil, so yang badan sado tu kadang-kadang tertekan atau tersiku button tu. Lavatory call bell ni crew memang kena alert, sebab takut-takut ada passenger sakit atau pengsan dalam tandas. Aku dah pelik dah, sebab aku pasti tak ada siapa-siapa yang tidur zone belakang melainkan aku. Tapi aku pergi check juga, kalau-kalau ada crew lain yang aku tak perasan. Aku ketuk tiga kali, senyap. Lepas tu, terdengar pula bunyi air dekat sinki. Bunyi orang basuh tangan. Aku assume ada crew lah tu tengah guna lavatory. So, aku balik dekat seat, sambung kemas dan aku duduk. Aku stay alert, in case crew dalam lavatory tadi keluar atau perlukan bantuan. 30 minit berlalu, masih tiada sesiapa yang keluar. Aku pergi semula, ketuk pintu dan request for response. Senyap. Aku buka pintu. Nobody was there. NOBODY!
For your information, nak pergi lavatory tu memang kena lalu seat yang aku nak tidur tu. Kalau ada crew member yang nak prank pun mustahil. Aku takut gila kot sampai clueless. Tapi entah kenapa aku terus je tidur dekat seat tu. Masa tu aku baru lagi jadi crew. So, aku ingat ada kesilapan teknikal kat mana-mana. Tak terfikir pun kena ganggu.
Kisah kedua terjadi masa deadheading flight juga. Waktu malam juga, tapi hari lain. Waktu tu, aku tengah kemaskan galley (dapur) lepas buat air teh untuk diri sendiri. This time, phone dekat crew seat pula berbunyi. Aku terus angkat. Tak ada bunyi apa-apa. Tapi sayup-sayup aku terdengar hissing sound. Waktu tu memang meremang bulu roma. But still, boleh berlagak tenang lagi. So, aku letak phone dan melangkah untuk masuk ke galley semula. Saat kaki aku baru nak melangkah, aku ternampak dari ekor mata aku, ada sesusuk tubuh tengah duduk sebelah kanan. Betul-betul sebelah aku. Jelas! Sangat jelas ada orang duduk. Aku tak berani nak pandang terus. Aku pusing badan ke kiri, tak jadi nak masuk galley. Aku terus capai beg, uniform and segala barang. Aku angkat kaki melangkah ke zone depan. Tak lama lepas tu, aku dapat tahu dari senior crew, aircraft yang aku guna masa tu pernah ada kes histeria. Ini aku dengar dari mulut ke mulut sajalah. Kadang-kadang ada passenger bawa belaan masuk dalam kapal. Kemudian, belaan tu ditinggalkan dalam kapal. Betul atau tidak, wallahualam.
So far, aku malas nak rasa takut lepas kejadian-kejadian tu. So, aku selalu positifkan diri yang itu semua imaginasi sahaja walaupun benda tu memang jadi. Tak semua kapal ada cerita seram. Dalam 1000 kapal maybe 1-2 jelah kot? Tapi kat mana2 pun benda tu akan ada. Rumah, sekolah, asrama and so on. Yang penting lepasni before masuk kapal, bacalah doa. Doa selamat pergi dan selamat balik. Bukan masuk kapal je, masuk kereta pun sama jugak. Sampai sini je kisah aku. Banyak lagi cerita seram atas kapal lagi2 cerita dari pilot and crews. Kadang cerita rekaan je sebab nak hilang bosan long flt. If aku ada masa, aku coret lagi. Itu pun kalau ada pembaca lah. Assalamualaikum.
READ MORE- Aircraft Ghost

Pramugari Ini Berkongsi Pengalaman Menginap Hotel Berhantu






Assalamualaikum semua..
Bila baca semua kisah seram kt page ni rasa best pulak nk submit cerite dari pengalaman sendiri semasa bertugas sebagai pramugari di syarikat penerbangan di dalam Malaysia. Sekarang masih lagi dalam bidang yang sama cuma dah berhijrah ke luar negara plak…tukar2 angin =)

Hotel
Kebanyakan hotel yang di sediakan oleh pihak syarikat merupakan hotel2 bertaraf 5 bintang atau yg terdekat (4bintang/3bintang mengikut destinasi) disetiap hotel2 kami duduk ni memang bermacam2 cerita bertukar dari mulut ke mulut crew kitorg dan dari crew luar negara (airline lain yang dah jadi geng)kisah2 diorg kena kacau ngn hantu kat hotel tu.
Pengalaman saya sendiri, tiap2 kali pegi ke Sibu, Sarawak.
Ada saja benda dtg kacau. Tidur sorg kena kacau, sampai kadang2 kami tidur bertiga dlm bilik masih jugak mengacau.

Pertama kali bertugas dan destinasi pertama saya ialah Sibu (tahun 2008)
Memang dah dengar ramai crew termasuk la pilot bercerita hotel paling berhantu diorg pernah pegi ialah kt Sibu. Saya pun tak ingat da ape nama hotel tu, so takpela first flight punya la syok, walaupun asyik kena maki je sebab banyak salah buat keje.
Lepas check in semua naik ke bilik masing2… hotel tu ade dalam 11/12 tingkat tak silap saya dan betul2 depan Sungai Sarawak. Saya dapat bilik tingkat atas dari crew2 lain

Sampai je tingkat saya, saya jenguk dulu kepala tengok koridor hotel tu. Malap je lampu dia dengan dia punya senyap sunyi, terngiang2 la cerita kawan2 lain kat dalam kepala terus rasa seram tu datang…. Cepat2 la jalan cari bilik, masuk bilik dan terus on semua lampu dalam bilik hotel on tv bagi ade suara hilang la sikit seram sejuk kt badan.
Lepas da mandi da syok2 ambik mood nk tidur, blackout la pulak bilik tu… ngeri la rasa gelap gelita ngn lampu hp nokia zaman tu tak berapa nk canggih masa tu saya mengagau la cari pintu nk tgk luar pun sama gelap ke..ternyata mmg hotel tu blackout cuma lampu ’emergency exit’ depan tangga kecemasan je menyala dan lampu tu depan lift,
Saya nampak la ade amoi pakai macam baju tradisional cina tengah tunggu lift…berdiri je kat situ pandang ke lantai……, dalam hati saya “takkan la tak perasan blackout? ”
Lepas saya tutup pintu bilik, lampu pun menyala terus lega… tido la apa lagi esok pepagi buta dah keje.

Malam tu nak dekat pukul 3 pagi, saya rasa panas sampai peluh2 terus tak selesa tido.. pusing sini pusing sana tapi tetap tak nak keluar dari selimut sebab takut. Last2 tak tahan saya baring menegak dan buka selimut, tuuuu dia baik punya ade perempuan pakai nampak cam baju kurung warna putih krim2 lusuh rambut panjang sampai pinggang, tutup muka tengah berdiri terapung atas muka saya pandang saya… cara dia berdiri dan pandang saya tu sama macam amoi yg saya nampak tunggu lift time blackout tadi.
Bila saya angkat badan dari katil, terasa kain baju dia tu sapu ke muka terus perempuan tu hilang. Saya terus tekan semua butang on kt tepi katil tu, buka semua lampu, tv dan kuat kan suara tv tu. Malam tu memang tido tido ayam je dan takut punya pasal.
Dalam pick up dari hotel nak ke airport besok nya saya ceritakan la pengalaman malam tadi, rupa2 nya bukan saya sorang kena kacau, pembantu juruterbang pun kena jugak,malam tadi dia tidur mengiring ke kiri menghadap tingkap dia terjaga lebih kurang waktu yg sama ngn saya sebab katil dia bergoyang2…bila dia buka mata nampak bayangan kt tingkap tu ada 2 org budak kecik tgh lompat2 atas katil dia…dia bangun tapi tak pandang budak2 tu then terus tutup langsir tingkap tu dan tidur atas sofa dalam bilik sampai ke pagi.

Semenjak tu mmg percaya lah dengan semua cerita senior2 crew kt situ sebab mmg awal2 lagi da kena,

Kali ni saya datang lagi dengan classmate time training, kami share bilik la sebab sama2 takut. Lepas kitorg keluar makan, masa nak naik ke bilik tu saya nampak lagi la amoi tunggu lift berdiri je pandang ke lantai ….dalam hati da kata ” adoi dia ni lagi”…. saya pun tarik tangan kawan saya masuk dlm lift,tekan tingkat bilik n tutup pintu lift… kawan saya tu da pelik, “ko da kenapa? ade org kt luar tu nk masuk jugak lah”
saya bgtau tu bukan org tu, da penah tgk dia sblm ni. Kawan saya tu terus diam sepanjang dlm lift tu diam. Bila pintu lift terbuka kt tingkat bilik, nampak lagi amoi tu berdiri tegak lift pandang lantai…kawan saya tu yg meluru keluar dulu lari ke bilik siot betul…. kawan saya tu terus capai telekung nak semayang (dia mmg betul2 penakut)… saya biar kan aja lah sambil melegakn degupan jantung kt atas katil…tiba2 dia menjerit2 histeria, adoi jantung baru nk rileks, saya pergi ketuk bilik ketua pramugara kami minta tolong. Kami dapat kan capten kami lepastu diorg baca2 ayat quran baru dia berhenti menjerit pastu nangis.
Dalam hati saya ckp “kalo da mcm ni mmg tak la aku nk share bilik ngn kau…nnti mlm kang kau cekik aku plak” tapi lepas di pujuk oleh capten ngn ketua pramugara sy teman kan jgk la dia tido kt bilik tu… tido tido ayam lagi la cerite nye… lepas kawan saya da ok saya tgk2 jugak, kot2 mata dia lain ke, cara ckp lain ke…tp semua nampak ok je..dia pun tak nak ckp sgt…takpelah tido je la nk buat camana… katil twin tu kami rapat kan jadi katil besar..bila da dua2 baring nk tido tu baru la dia bersuara…katanya masa dia tgh semayang tu ade benda tunjal kepala dia lepas tu dia rasa mcm ade tgn ghaib masuk dlm telekung dia meraba dia… meremang bulu roma saya satu badan dengar…patut la dia punya histeria meronta2, sampai saya pun tak bole nak pegang dia…

walaupun seram mana pun hotel sibu ni..tetap tempat persinggahan kami tiap2 kali datang ke sibu.. demi kerja tahan kan aje la… saya akan sentiasa share bilik ngn kwn2 crew saya tiap2 kali datang sana…memang tak kan tido sorg lagi dah… NExt time saya cerita lagi ok… terima kasih sudi membaca!
READ MORE- Pramugari Ini Berkongsi Pengalaman Menginap Hotel Berhantu