Saturday, 30 November 2013

Misteri Kematian Elisa Lam di Hotel Cecil

Di sebuah hotel yang memiliki sejarah kelam di pusat kota Los Angeles, mayat seorang perempuan ditemukan di dalam tangki air di atap hotel dan akses menuju atap hanya bisa dilakukan lewat tangga darurat dan sebuah pintu yang terkunci rapat.

Ini bukan bagian dari naskah buku detektif Conan. Peristiwa ini benar-benar terjadi dan telah memicu perbincangan hangat di seluruh dunia. Para penggemar misteri hingga pengguna internet untuk seketika lamanya bermain menjadi detektif dunia maya. Semuanya dilakukan dalam usaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Elisa Lam.
Peristiwanya dimulai pada tanggal 19 Februari 2013 ketika para penghuni hotel Cecil di pusat kota Los Angeles mengajukan komplain kepada pengurus hotel mengenai aliran air yang terlalu kecil. Jadi seorang petugas pemeliharaan segera mengambil kunci pintu menuju atap hotel dimana tangki penampungan air berada.
Apa yang ditemukannya segera menimbulkan gelombang kejut ke seluruh penghuni hotel. 
Di dalam salah satu dari empat tangki yang ada di atap itu, ditemukan sesosok mayat yang diidentifikasi sebagai Elisa Lam, salah satu penghuni hotel yang telah dinyatakan hilang selama lebih kurang 19 hari.
Elisa Lam adalah seorang mahasiswi di University of British Columbia, Kanada. Usianya 21 tahun dan pada tanggal 26 Januari 2013 pergi ke Los Angeles seorang diri dan check in ke hotel Cecil. Ia terlihat terakhir kali oleh staf hotel pada tanggal 31 Januari.
Pada tanggal 13 Februari, kepolisian Los Angeles merilis sebuah rekaman CCTV lift hotel untuk meminta bantuan masyarakat yang mungkin melihat Elisa.
Pada tanggal 19 Februari, mayat Elisa Lam ditemukan di dalam tangki air.
Ada dua hal yang menjadi misteri utama dalam kasus ini. Yang pertama adalah apa yang sedang dilakukan Elisa di dalam lift yang terekam oleh CCTV dan yang kedua adalah bagaimana Elisa bisa naik ke atap dan masuk ke dalam tangki.
Dalam rekaman CCTV yang dirilis pihak kepolisian, terlihat kalau Elisa Lam bertingkah cukup aneh. 
Ia masuk ke lift di lantai 14, kemudian menekan beberapa tombol sekaligus sambil mendekatkan kepalanya. 

Lalu ia menunggu pintu lift tertutup.

Pintu Lift tidak kunjung tertutup. Jadi Elisa memeriksa keluar dengan cara yang tidak biasa.

Setelah memastikan tidak ada yang aneh, ia kembali masuk ke lift, berdiri sebentar, lalu merapat ke sudut lift seakan-akan sedang bersembunyi dari seseorang.

Lalu ia keluar lift lagi, melihat ke kiri kanan dan masuk kembali ke dalam lift sambil menekan-nekan ulang tombol lift.

Setelah itu ia kembali keluar. Di sebelah kiri lift, ia menggerak-gerakkan tangan seperti sedang menari atau berenang. Lalu ia pergi dan pintu lift tertutup.

No comments:

Post a Comment