MENU| Home | Facebook

Wednesday, 19 February 2014

Kisah UiTM Lendu Dari Kacamata Bekas Pelajar

**Bahan di bawah dikarang oleh salah seorang yang merupakan bekas pelajar UiTM Lendu, Melaka.

Tidak sangka nama Universiti Teknologi Mara (Uitm) Lendu, Melaka tiba-tiba menjadi popular bukan sebab kisah pelajanya mencipta rekod bersejarah atau sebagainya, tetapi kisah hantu!
Sebenarnya, kisah Uitm Lendu berhantu sudah wujud sejak sekian lama lagi, tapi tidak sangka ia mendapat perhatian luas sejak malam tadi apabila terus trending di Twitter.
Terus terang penulis katakan, kejadian pelajar dirasuk, histeria atau sasau (menjadi gila) memang benar-benar berlaku dan ia bukan cerita dongeng.
Penulis yang pernah menuntut di sana selama tiga tahun turut pernah berhadapan dengan situasi begini, tetapi bukan penulis dirasuk sebaliknya kawan terdekat.
Sepanjang belajar di sana, hampir dua atau tiga bulan sekali ada saja pelajar yang akan terkena penyakit rasuk ini.
Mereka yang dirasuk ini memang mempunyai kuasa luar biasa, dengan tiba-tiba akan menjadi kuat dan sukar dikawal.
Percakapan pula ada yang boleh difahami dan ada pula yang sepatah apa pun tak faham.
Antara kata-kata yang dikeluarkan pelajar itu adalah ‘Jangan ganggu tempat aku!’, ‘Jangan baca (Yassin) aku panas’, ‘Kau banyak dosa’,  dan ‘Dia ada dekat situ’.
Lebih teruk ada yang meracau sampai nak terjun dari tingkat empat kolej kediaman, mujur ada kawan-kawan lain yang mengawal keadaan.
Pasal pelajar berlari-lari dari satu tingkat ke satu tingkat pernah juga penulis dengar, tapi penulis tidak melihat dengan mata sendiri jadi agak sukar untuk mengambarkan keadaan pada masa itu.
Sementara itu, kejadian pelajar diirasuk akan berlaku sekitar waktu peralihan masa seperti waktu Zohor, Maghrib dan pukul 12 tengah malam serta ia memakan masa hingga berjam lamanya untuk pelajar berkenaan pulih.
Sampaikan ada di antara pelajar-pelajar lain sudah lali dengan keadaan ini.
Dah tahu dah bila dengar ada orang kena rasuk, mereka (pelajar) dengan sendiri akan ambil air sembahyang dan baca Yassin di ruang tempat tinggal masing-masing.
Pernah pada satu ketika, seorang pelajar perempuan di tinggkat atas kolej terkena rasuk, tidak semena-mena ia berjangkit pula ke tingkat bawah!
Kemudian seorang lagi pelajar turut disampuk sama, menjadikan jumlahnya tiga orang! Bayangkan pada ketika itu keadaan punyalah tidak terkawal.
Dengan ada pelajar yang lemah semangat dengan tiba-tiba pengsan. Itu belum lagi ada yang menangis ketakutan.
Sampaikan pada satu tahap Yassin dan bacaan doa terpaksa dibuat di Masjid Al-Hikmah, Uitm supaya bacaan itu dapat berkumandang di seluruh Uitm.
Ada juga pada satu tahap, yang pelajar kena rasuk itu tidak dapat dipulihkan dan dia terpaksa dibawa pulang ke rumah ibu bapa.
Menurut cerita pelajar senior yang terlebih dulu tinggal di sana, terdapat sebuah tangki air yang terletak di atas bukit berhampiran kolej kediaman perempuan, mereka berkali-kali berpesan agar tidak menjejakkan kaki ke sana.
Malah, penulis sendiri pernah dengar dari mulut Ketua Residen Kolej sendiri tentang amaran berkenaan.
Tetapi biasalah, pelajar degil. Lagi cakap jangan pergi, lagilah perasaan ingin tahu itu membuak-buak.
Bukannya apa, kawasan atas bukit itu terpencil, biasanya tempat terpencil dan tidak didiami manusia akan didiami oleh siapa? Tentunya jin, iblis dan makhluk halus lain.
Selain itu, ada juga amaran mengenai jangan berjalan di tepi tasik Tun Fatimah yang menghubungkan antara kolej dan kelas pada waktu senja.
Mereka kata, Tun Fatimah suka berjalan pada malam hari untuk ambil angin! Tetapi tentang cerita tasik itu penulis tidak tahu sejauh mana kebenarannya, tak usahlah percaya seratus peratus.
Tetapi, kadang-kadang pelajar tak boleh mengelak daripada melalui tasik itu terutamanya apabila ada kelas malam atau kelas habis sekitar pukul 7pm.
Ustaz di Uitm, Lendu pernah berkata, makhluk halus suka pada orang yang lemah. Lagi-lagi pada masa minggu peperiksaan, semasa tu semua tengah stress dan berfikiran serabut.
Jadi masa tulah yang digunakan untuk masuk ke dalam tubuh manusia.
Lagi satu, perkara dirasuk ini sering berlaku kepada pelajar perempuan terutamanya apabila mereka datang bulan (period). Pada ketika itu, badan kotor dan hormon tidak stabil.
Jadi makhluk halus ini akan cuba mengambil kesempatan.
Pada pendapat penulis, ikut sajalah nasihat daripada orang yang lebih lama duduk di sana. Kalau orang dah kata jangan tu, ikutkan saja, ia bagi mengelakkan perkara-perkara tidak diingini.
Apa-apa pun sentiasalah dekatkan diri dengan Allah SWT, kerana dia pasti melindungi umatnya. Insyallah…
(Surah Al-Aaraf, Ayat 201)
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa gangguan dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.
Oleh: KASIH ISA
READ MORE- Kisah UiTM Lendu Dari Kacamata Bekas Pelajar

Seorang Tahanan Tiba-tiba Melihat Hantu Kepala Kerbau Bermata Merah


SURABAYA,RIMANEWS  ---- Seorang tahanan di sel Polsek Bubutan, Ny Ripah (51) tiba-tiba lari ketakutan. Ia mengaku melihat hantu berupa manusia berkepala kerbau dengan mata merah.
Pengakuan yang oleh banyak orang dianggap tidak masuk akal itu tetap saja membuat geger semua penghuni Mapolsek, Minggu (13/3). Kegaduhan yang dibumbui dengan cerita-cerita misteri itu bermula setelah Ny Ripah, menangis histeris.
Perempuan asal Pondok Benowo Indah, Surabaya itu, ditahan sejak Sabtu (12/3) karena kasus pencurian. Pagi harinya, janda tiga anak itu depresi dan menangis tiada henti. Ia menga­ku dihantui makhluk halus.
Ia bersumpah ceritanya itu bukan akal-akalan untuk mengelabui petugas. Untuk menghindari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Polsek Bubutan akhirnya menugaskan seorang polisi khusus menemani Ripah.
“Saya sendirian di dalam sel. Tapi rasanya ada makhluk lain yang menghuni sel ini,” ujar Ripah, Minggu 13 Maret 2011.
Penghuni lain yang dilihat Ripah bukan manusia biasa. Teman sekamar Ripah itu diceritakannya berwujud manusia berkepala kerbau. “Sosoknya manusia, Mas. Tapi, waktu saya lihat kepalanya lha kok mirip kerbau,” tuturnya sembari menitikkan air mata.
Ripah tidak menyangka, perjumpaan dia dengan aparat hukum untuk kedua kalinya itu harus dilalui dengan lebih berat. Pada 2008 lalu, Ripah memang pernah ditangkap anggota Polsek Benowo karena mencopet di Pasar Sememi.
“Dulu saya ditangkap Polsek Benowo. Saya juga dititipkan di tahanan di sini (dulu Polresta Surabaya Utara) dan tidak ada apa-apa,” ujar Ripah.
Sebelum polres-polres di Surabaya dilebur menjadi Polrestabes Surabaya, markas Polsek Bubutan saat ini adalah kantor Polres Surabaya Utara. Ripah kala itu dititipkan di sana lantaran di Polsek Benowo tidak ada tahanan khusus perempuan. Saat itu ia ditahan bersama sejumlah tahanan wanita, namun kini ia menghuni sel tahanan seorang diri.
Sosok siluman kerbau itu diceritakan Ripah hendak menyeruduknya. Matanya merah dan sepertinya terganggu dengan kehadiran Ripah. Sebelum Ripah masuk sel, kamar tahanan itu sudah lama kosong. Lokasi tahanan perempuan itu juga mojok dan jarang terlihat ada polisi lalu lalang. Berbeda dengan tahanan lelaki yang dihuni banyak orang dan lokasinya dekat sejumlah ruang kerja anggota Polsek Bubutan.
Begitu melihat sosok manusia berkepala kerbau itu, Ripah langsung beranjak dari duduknya. Dia lari ke bagian luar sel, namun masih di dalam tahanan. Namun, entah mengapa Ripah mengaku tidak bisa berteriak minta tolong. Lehernya tercekat. Dia hanya ketakutan dan menangis.
“Saya langsung lari. Untung saya tidak kena seruduk manusia kerbau itu. Saya melihat ada meneer londo (sebutan untuk lelaki Belanda) yang membawa anak kecil menolong saya. Dia merangkul hingga kerbau itu tak bisa menyeruduk saya,” kata Ripah sambil menutup wajah dengan kedua tangan. Matanya masih sembab karena kebanyakan menangis dan sorot matanya penuh ketakutan.
Sosok pria Belanda itu tidak begitu jelas dilihat Ripah. Hanya saja, dia menggambarkan sosok itu bertubuh besar dan berambut pirang. Usai menolong Ripah, meneer londo dan anaknya itu lenyap di balik tembok.
Sampai dia menceritakan peristiwa ganjil itu keesokan harinya, Ripah masih tak bisa menahan rasa takut. Begitu takutnya, Ripah tidak bisa memejamkan mata semalaman. Bahkan, dia menahan buang air kecil hingga berjam-jam.
Godaan dari penghuni lain tak berhenti sampai di situ. Menjelang Salat Subuh, Ripah mengaku beberapa kali tubuhnya disentuh dari belakang. “Saya di-jawil-jawil, Mas. Saya menoleh tapi tidak terlihat siapa yang njawil. Saya hanya bisa menangis dan berdoa sebisa mungkin,” imbuh Ripah.
Tak ingin tahanannya menga­lami tekanan lebih berat, salah satu petugas jaga, Aiptu Nasir berinisiatif berjaga di depan kamar tahanan Ripah. Nasir mengatakan, cara ini dilakukan sebagai antisipasi agar Ripah tidak kesurupan. “Kasihan juga kalau dia stres terus. Karena itu, untuk sementara kami jaga dia agar tidak kesurupan. Yang jelas, jangan sampai pikirannya kosong. Saya suruh dia mengaji dan berdoa,” tegas Nasir.
Hal senada juga dikatakan Kanit Reskrim Polsek Bubutan, Iptu Eddy Suwarno. Dia berpesan agar Ripah menjaga kebersihan tahanan. Eddy mengungkapkan, selama Ripah sendiri di tahanan, sudah seharusnya Ripah jangan malas untuk membersihkan kamar tahanan. “Bersih itu ya jangan jorok-lah. Selain itu, bersih maksud saya ya harus banyak ibadah agar tidak punya pikiran yang macam-macam,” pinta Eddy.
Sebagian orang meyakini bahwa eks gedung Polres Surabaya Utara itu memang angker. Gedung itu merupakan peninggalan masa kolonial Belanda. Bentuk gedung tidak banyak berubah sejak dibangun puluhan tahun silam. Ornamen khas bangunan Belanda, masih tampak terlihat di tembok dan langit-langit gedung.
Pada masa transisi peleburan polres-polres di Surabaya menjadi Polrestabes beberapa waktu lalu, gedung ini sempat kosong dan hanya dijaga sejumlah polisi. Mulailah cerita-cerita misteri menjadi gunjingan karena tak banyak polisi yang berani masuk ke gedung itu terlebih saat malam datang. Banyak wartawan yang bertugas di mapolres mendengar cerita-cerita misteri dari para polisi yang bertugas di sana.
Apalagi setelah terjadi peristiwa horor pada 2009 lalu, di mana seorang saksi kasus pembunuhan satpam ditemukan gantung diri di kamar mandi. Letak kamar mandi ini tepat berada di depan tahanan yang kini dihuni Ripah.
Psikolog Dra Elly Yuliandari MPsi mengatakan, apa yang dialami tahanan Mapolsekta Bubutan, Ny Ripah (51), perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Menurutnya ada dua kemungkinan yang bisa terjadi. Pertama kondisi psikologis Ripah memang tidak tahan tekanan, sehingga ia seperti orang berhalusinasi. Atau kemungkinan kedua dia berpura-pura diganggu makhluk halus untuk mengelabui petugas.
”Kondisi psikologis yang tidak tahan tekanan, bisa mengakibatkan orang berperilaku tidak normal. Dan apakah yang dialami tahanan itu bentuk dari khayalannya sendiri atau bukan, belum bisa dibuktikan. Mengingat tidak ada saksi atau orang lain yang ikut merasakan,” kata Elly ketika dihubungi, Minggu 13 Maret 2011.
Untuk pemeriksaan lanjutan, perlu diketahui riwayat psikologis Ripah. Awalnya mungkin dilihat dari tindak kejahatan yang dia lakukan, apakah baru pertama kali atau sudah berulang-ulang. Kemudian apakah penahanan yang dialami baru pertama atau sudah berkali-kali.
Proses lainnya, perlu dilihat apakah dia juga memiliki kesulitan emosi bila sedang berbicara dengan orang lain atau berada di tempat tertentu. Karena bila alasannya kondisi ruang tahanan yang angker, perlu ditanyakan kepada tahanan lain apakah juga mengalami hal yang sama.
”Tapi soal angker atau tidak, kembali ke psikologis seseorang. Ketakutan timbul karena dari psikologis orang itu sendiri,” tambah dosen jurusan Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya) tersebut.
Bila sudah berkali-kali melakukan kejahatan dan ditahan (residivis), kemungkinan kedua yakni berpura-pura dihantui juga perlu diwaspadai. Hal itu bisa jadi menjadi modus baru yang dilakukan seorang tahanan agar terbebas dari hukuman.
READ MORE- Seorang Tahanan Tiba-tiba Melihat Hantu Kepala Kerbau Bermata Merah

Monday, 17 February 2014

Hantu Di Bilik Air


Hantu Di Bilik Air


Saya Azeem Zulkifli yang menetap di Shah Alam, Malaysia. Sekarang saya dan keluarga tinggal di Nusa Rhu, Shah Alam. Sebelum ini saya tinggal di Puncak Perdana, di mana saya ingin berkongsi sebuah cerita yang memberi kenangan yang mendalam semasa berumur 11 tahun.


Cerita ini bermula semasa cuti sekolah sempena UPSR. Abah saya telah pergi ke luar negara atas urusan pekerjaan selama seminggu. Ketika malam minggu itu juga, ibu saya terpaksa keluar ke rumah kawannya atas urusan peribadi. Sebelum ibu keluar, dia telah menelefon saudara saya untuk menemani saya dan adik lelaki saya, jadi tinggal saya, adik lelaki, adik saudara lelaki dan kakak saudara di rumah. Setelah setengah jam menonton televisyen, perasaan bosan menyelubungi saya.

Saya dengan tak semena-mena mendapat ide untuk bermain "SOROK-SOROK. Setelah mereka mendengar ide saya, kakak saudara saya memberi amaran kepada saya, "Kau ni nak kena sorok dengan hantu kopek ke? Dah malam2 gini baru nak main. Tak payah lah!"



Kami bermain menggunakan dua alat walkie-talkie. Satu untuk orang yang sedang cari dan satu lagi diberikan kepada salah seorang daripada tiga orang yang harus menyorok. Cara permainan kami ialah mereka yang menyorok haruslah memberi petunjuk suara kepada orang yang sedang mencari melalui walkie-talkie.

Dekat sejam setengah kami bermain, sampailah giliran saya untuk mencari mereka. Cari punya cari, akhirnya jumpa juga mereka yang sedang menyorok di dalam bilik air ibu saya. Lepas saya jumpa mereka, keluarlah satu-persatu dari bilik air tersebut. Kakak saudara saya, Kak Nana yang keluar paling akhir. Sebab dia yang terakhir, pintu ditutup sepantas mungkin.

Nak tahu apa yang saya nampak sebelum dia tutup pintu bilik air? Apa yang saya ternampak adalah seorang budak perempuan. Budak perempuan tersebut saya dah perasan lama dah sejak saya jumpa mereka dalam bilik air tadi. Mula-mula saya sangka budak tersebut ialah adik saudara saya. Bila Kak Nana tutup pintu meninggalkan budak perempuan tadi dalam bilik air, bulu roma saya naik merinding. "Ada.......HANTU!!!!!!", teriak saya sekuat hati. Mereka apa lagi, lari lintang pukang ke ruang tamu. Orang yang kena marah teruk oleh Kak Nana, saya lah sebab dia yang terakhir keluar dari bilik ayah dan ibu saya.

Setelah terjadi perkara tadi, kami hanya duduk menonton televisyen hingga ibu saya pulang. Itu saja pengalaman saya, terima kasih kerana sudi berkongsi sama. Assalamualaikum...

Read more: http://seram-giler.blogspot.com/2013/03/hantu-di-bilik-air-kisah-seram.html#ixzz2teDDR7s2
READ MORE- Hantu Di Bilik Air